Momentum of Islam

Kaidah Perempuan

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, 

فإن الجاهل بمنزلة الذباب الذي لا يقع إلا على العقير ولا يقع على الصحيح والعاقل يزن الأمور جميعا هذا وهذا

Sesungguhnya orang yang bodoh itu bagaikan lalat yang tidak hinggap melainkan pada luka (baca:borok) dan tidak mau hinggap di tempat yang sehat. Sedangkan orang yang benar-benar berakal adalah orang yang menimbang ini dan itu yaitu kebaikan dan keburukan (Minhaj al Sunnah 6/150).

Perkataan yang sangat berharga dari seorang ulama sejati di atas memberikan kepada kita suatu pelajaran dan pemahaman penting tentang ciri orang yang berakal dan orang yang tidak berakal (baca:orang yang bodoh).

Di antara ciri orang yang tidak berakal dan tidak berilmu adalah memiliki hobi mengkorek dan mencari kesalahan dan kelemahan orang tanpa mengindahkan jasa dan kebaikan yang dimiliki oleh orang lain. Dalam hidupnya mereka menerapkan kaidah perempuan.

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ » . قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ « يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Diperlihatkan neraka kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah perempuan karena keingkaran mereka”. Ada yang bertanya, “Apakah karena mereka ingkar dengan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mereka ingkar dengan suami dan mengingkari kebaikan yang diberikan oleh orang lain. Jika kalian (para suami) berbuat baik kepada mereka kemudian mereka melihat salah satu sikapmu yang tidak mereka sukai maka mereka akan mengataka, ‘Aku belum pernah melihat sedikitpun kebaikan yang pernah kau lakukan (HR Bukhari no 29 dan Muslim no 17).

Tidak sedikit laki-laki yang dalam hidupnya menerapkan kaedah perempuan ini, ‘panas setahun hilang dengan hujan sehari’. Meski dia mendapatkan dan menyaksikan kebaikan dari seseorang namun begitu dia melihat suatu hal pada diri orang tersebut yang dia nilai sebagai kesalahan maka dia menilai orang tersebut sama sekali tidak pernah melakukan kebaikan.

Demikian pula lalat. Lalat hanya mau hinggap di tempat-tempat yang kotor. Meski dia melihat ada tempat yang bersih namun dia lebih merasa nyaman jika singgah di tempat yang kotor.

Tidak jauh beda dengan lalat adalah orang yang ‘kotor’ hatinya. Meski dia melihat adanya kebaikan pada orang yang dia nilai namun itu semua tidak terekam dalam memorinya. File yang ada dalam benaknya hanyalah daftar hitam berisi kekurangan orang tersebut.

Lain halnya dengan orang yang benar-benar berakal. Untuk memberi penilaian terhadap seseorang atau sekelompok orang maka dia akan menimbang sisi positif dan negatif yang ada pada diri orang tersebut. Setelah itu berlakulah kaedah ‘alhukmu lil ghalib’ yaitu penilaian itu berdasarkan unsur yang paling dominan. Jika yang paling dominan pada dirinya adalah kebaikan maka dialah orang yang baik. Sebaliknya jika yang dominan adalah kejahatan maka itulah orang yang jahat.

Akan tetapi hal ini tidaklah berarti jika kita menasehati seseorang agar tidak bergaul dengan orang jahat semisal tukang mabuk dengan tujuan agar orang tersebut tidak terpengaruh dengannya kita harus menyampaikan sisi positif tukang mabuk tersebut. Bahkan cukup kita ceritakan kelakuan buruk tukang mabuk tersebut agar orang yang kita nasehati bisa menerima nasehat kita sehingga menjauhi tukang mabuk tersebut. Jika kita sampaikan kedua sisi kehidupan tukang mabuk ini boleh jadi orang alih-alih menjauh bahkan malah mendekat.

Bedakan dua hal ini yaitu antara menyebutkan sisi kebaikan dari seorang yang jahat ketika menasehati seseorang supaya dia tidak terpengaruh dengannya dan mendasari penilaian terhadap seseorang atau sekelompok orang dengan menimbang sisi baik dan buruk orang tersebut. 

Yang dibahas oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah permasalahan kedua bukan permasalahan yang pertama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: