Momentum of Islam

All about Valentine’s Day

Sore ini begitu cerah hatiku..

Cahaya matahari redup, berganti cahaya semburat merah, senja yang indah… Aku senang sekali memandang sinar itu..

Kubuka jendela kamarku. Angin bertiup pelan menerpa wajahku.

“Subhanallah… sungguh indah ciptaan Allah..” gumamku

“Kakak…” seseorang mengagetkanku.

Kulihat sosok adikku yang paling manis, dengan buru-buru menghampiri lemari baju.

“Lho, ada apa dik…?”

“Kak Nisa… pinjam jilbabnya yang pink ya…?”

“Hayoo.. buat apa? Boleh, ambil saja”

“Ini tanggal 14 februari kak.. aku mau valentinan ma Ryan..”

Aku Cuma tersenyum, sambil berkata di dalam hati. Ini semua kesalahanku, aku biarkan adikku terjerumus mendekati zina, pacaran.. aku benar-benar nyesel. Semua sudah terlanjur, sekarang aku tidak berani melarangnya secara terang-terangan.. akan kudampingi dia.. akan ku dakwahi dan ku nasehati sedikit demi sedikit karena kalau ku larang secara frontal, aku takut dia dengan pacarnya akan backstreet, main belakang. Dan itu lebih berbahaya, karena tidak terkontrol.

“tapi kenapa nggak sekalian aja wajah kamu di cat pink..?” candaku.. karena aku lihatin adikku yang super cantik ini semuanya berwarna pink. Baju pink, rok pink, sepatu pink, accesorisnya pink, jilbabnya juga pink..

“kenapa harus pink sih dik?” tanyaku

“kan valentine identik dengan pink kakak..”

Tapi hatiku membantah. Hanya kesepakatan.

“kurasa Cuma ikut-ikutan saja”

Mungkin karena gencarnya propaganda iklan-iklan di TV atau di radio itu.. lifestyle remaja sekarang adalah layar kaca, syetan itu.

“Ya udah.. hati-hati dijalan, sholat maghrib dulu..”

“Iya kakak..”

Bergegas dia meninggalkan kamarku. Aku Cuma geleng-geleng kepala.

“Apanya yang mengesankan dan membuat terkesan pada hari ini tanggal 14 februari?”

Kurasa semua hari tak pernah beda-bedain, entahlah.. aku sangat sayang adikku, ku doakan semoga dia di jauhkan dari segala dosa.. diberi hidayah oleh Allah. Suatu saat dibuka hatinya. Moga aja.. Aku minta pada-Mu ya Allah. Aamiin..

Aku nggak tahu asal muasal kenapa remaja-remaja kita bisa ikut-ikutan valentine-valentine itu. Sebagai muslim kita kan dilarang bertasyabuh dengan agama lain.

Kucari fakta sejarah valentine, setelah cari kesana-kemari akhirnya aku menemukannya.

Hari valentine terinspirasi dari kisah seorang pendeta nasrani bernama St. Valentino. Ceritanya ia melanggar perintah kaisar Claudius. Untuk tidak menikahkan pasangan yang saling mencintai, tapi oleh St. Valentino ia malah menikahkan pasangan yang saling mencintai, karena alas an kemanusiaan. Pendeta itu dihukum penjara hingga mati tragis.

Aku berpikir..

“Kasih sayang yang mana…?” warna pink, coklat, bunga mawar untuk apa? Aneh menurutku, pacaran???”

Yang ada, bagi remaja sekarang adalah tukeran hadiah. Harusnya yang patut diapresiasi adalah jiwa humanismenya. Sebenarnya ini Cuma masalah culture orang nasrani. Ironisnya kitaorang-orang Islam ikut-ikutan. Karena culture Islam sekarang kering.. nggak ada. Harusnya kita juga buat hari bersejarah yang bisa kita rayakan.. Jadi bukan kita yang bertasyabuh dengan mereka, tapi mereka yang bertasyabuh dengan kita.. Oke kan..!!

Sebenarnya kita bisa bangun peradaban. Jangan membid’ah sesuatu yang baik.

Aku sering bertanya. Islam otentik itu yang seperti apa…???

Kita kehilangan semangat  mencintai Islam. Semua saling mencari pembenaran dalam agama—pendapatnya sendiri. Remaja kita diracuni culture-culture agama mereka. Berpikirlah..! Mereka siap untuk di murtadkan. Mulai sekarang kita harus kembali membangkitkan culture-culture Islam. Apapun bentuknya—jangan diam!

Islam adalah agama Rahmatal lil ‘alamin.. Damai bagi semua tidak ada anarkis, kekerasan, pembunuhan untuk melawan kafir-kafir itu. Kita punya culture keislaman yang menjadi benteng. Aku ingat bagaimana Shalahudin Alayubbin membangkitkan semangat pasukan Islami waktu perang salib untuk merebut Masjidil Aqsa.. di Palestina. Beliau membacakan dan mengadakan Maulid Nabi Muhammad. Bagaimana Rasulullah berjuang, berperang, berjihad. Semua diceritakan.. Hebat.. Pasukan kita bisa merebut Masjidil Aqsa dengan culture Islam.

Adzan Isya berkumandang.. aku bergegas sholat. Selesai sholat ku angkat tanganku. Berdoa.. kemudian ku dengar pintu kamar berderit..

Aku menoleh.. Ku lihat siapa yang datang. Seseorang masuk dengan wajah muram—semuram awan hitam yang bentar lagi pasti hujan. Hujan airmata.

“Lho.. dik Zahra.. kok cepet banget pulangnya? Nggak jadi valentinan sama Ryan?”

Kulihat warna pink-nya sekarang udah jadi sedikit merah karena wajahnya yang menahan marah. Tiba-tiba Zahra sesegukan dalam tangisnya. Kemudian menghambur memelukku.

“Lho.. ada apa ini…?” tanyaku sambil mengelap butiran air mata dipipinya.

“Kak Nisa.. aku sakit hati banget..” ucapnya sesegukan. Ku peluk adikku yang paling aku sayangi ini. Ia butuh didengarkan.

“Ceritain, ada apa..?”

“Aku diputusin sama Ryan kak, padahal aku cinta banget sama dia. Hiks.. hiks.. hiks.. dah gitu tadi dia pamerin cewek barunya. Orang Kristen bernama Marsha buat valentinan. Cewek itu dikasih coklat sama bunga mawar. Aku sakit hati kak..”

“Yah.. kalau Cuma coklat besok kakak beliin. Rasa coklat tanggal 14 februari, 15, 17,21 sama aja kok.. Kalau bunga mawar, didepan rumah juga ada.. he..he.. senyum dunk” aku tersenyum lebar. Zahra tersenyum juga meski terpaksa.

“Kak Nisa nyebelin.. hmmm.. si Ryan itu jahat…”

“Nggak adik.. Ryan nggak jahat, Ryan bener”

“Bener gimana sih kak.. kok kakak membela dia?”

“Ryan bener. Sebab Marsha kan orang Kristen, jadi memang bener apa yang dilakukan Ryan itu. Siapa tahu ntar gantian kamu yang diajar Ryan ke acara Maulid Nabi. Itu kan acara kita.”

“ Sekarang kakak tanya, valentine-valentine gitu itu maksudnya apa?”

Zahra terdiam, ia sangat malu karena nggak bisa jawab.

“Aku nggak tahu kak.. aku Cuma ikut temen-temen…”

“Tu kan, nggak tahu.. adik harus tanggung jawab sama diri adik sendiri.. harus bisa bedain. Mana yang baik dan mana yang buruk”

“Iya, kak.. tapi aku sakit hati kak diputusin..”

“Kakak kasih advice mau dengerin nggak adik..?” Zahra mengangguk.

“Adik mencintai seseorang itu belum pada waktunya.. cinta kepada lawan jenis itu Cuma kepada suami adik aja ntar.. Kalau adik mencintai Ryan yang hotabene bukan apa-apanya adik, sedang ternyata Ryan itu malah mencintai Marsha. Kan sakit banget. Makanya cinta itu butuh ikatan. Pernikahan namanya.. Sekarang nggak usah pacaran aja. Dapatnya Cuma sakit hati. Ok..”

“Iya kak, aku akan dengerin kata-kata kakak..”

“Alhamdulillah Ya.. Allah, aku bersyukur padamu..”

———–lilianurulhuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: