Momentum of Islam

Duhai Pendampingku

wahai malam, aku dah ngantuk tapi aku tahan.. suamiku marah padaku.. ia pasang muka cemberut.. aku dekati dia, kupegang tangannya, aku tidak akan tidur kecuali kau ridho padaku.. aku peluk ia, cuma lewat dirimu aku masuk surgaNya..

suamiku adalah sosok care padaku.. ia tak segan, buat menyapu, memasak, mencuci piring.. ah, dia pria idaman, aku beruntung banget, aku senang kala ia bercerita-cerita.. aku pasti sudah ada dalam dekapannya..

aku wanita biasa, wanita paling berani ambil resiko.. menikah dengan pria miskin, tapi aku nggak takut, bagiku menikah adalah ibadah.. niat ibadah, kalaupun aku mati kelaparan biar aku dalam pelukan cintanya, cinta kita karna dari-MU

suamiku paling nggak suka lihat perempuan dengan high heels.. aku tertawa.. kenapa sayang? dia menjawab.. simbol kesombongan. aku tertawa lagi, lha trus pakai apa? dia tersenyum, sepatu biasa. aku diam lalu menangis.. bukankah mewah lebih bahagia bersahaja? bisik hatiku

aku dari kecil selalu berjilbab.. aku pernah bertanya kepada suamiku, berjilbab itu wajib nggak buat muslimah? suamiku jawab “tidak”, aku heran suamiku apa salah ucap? kenapa tidak? aku balik tanya, wajib bagi muslimah yang tahu hukum saja, pakai jilbab untuk menutup aurat bukan yang lain

sahabat.. sudah lama kita bersama.. lalui hari-hari engan kisah-kisah kita.. dalam nestapa.. dalam bahagia.. kita selalu berbagi tentang cita.. tentang cinta.. tentang asa.. asa ya, aku selalu manja dalam wajah teduhnya itu..

malam ini aku berpakaian sexy.. ih.. kenapa aku jadi binal gini? suamiku masuk kamar, ia tertawa lebar.. kenapa istriku jadi aneh gini? t nyanya.. aku merajuk manja, peluk aku.. dia menjawab pelan WUDHU dulu !

sungguh dia adalah suami yang mampu membakar gairah cintaku.. cinta tak sekadar bercinta.. cinta adalah bukti patuh kita kepada sang maha cinta ALLAH..

sebelum tidur dia berkata.. kau wanita tercantik yang pernah ku kenal, aku menjawab, ah gomball.. kamu nggak cemburu istriku di surga bidadari-bidadari cantik lho? aku menjawab, cemburu.. tapi aku yakin, tetap aku yang tercantik, ternyata pujianmu bener sayang..

aku tak mengerti maksud suamiku.. dia suka nulis, dibuku.. aku aja nggak boleh lihat, suatu waktu aku curi buku itu, air mataku menetes membaca tulisan dia.. “wanita dalam imajinasi hidupku”, dia seorang jujur, ingin cepat-cepat aku cium pipinya

kalau aku tidak diadakan oleh ALLAH.. tentu suamiku akan bersedih.. dia seorang lemah lagi rendah diri.. aku adalah wanita dalam imajinasinya.. aku hadir menghibur hatinya.. untuk memberinya nyala hidup, aku wanita cantik buatmu pria ganteng..

setiap malam suamiku bangunkan aku, aku ngantuk banget.. dia keukeuh, aku mau tapi digendong ke tempat wudhunya.. ia gendong juga aku, aku sekarang sadar dia adalah my guide’s heaven.. aku akan patuh padanya

aku mau tidur, dia juga, tapi tetap saja ia mesti menulis dulu, dia mesti buat cerita.. dia mendekatiku dan berkata “ini puisi-puisiku”, dia bacakan puisi-puisinya lembut dimukaku, hatiku geram, mukanya gemesin, aku pingin buru-buru memeluknya, dia pria romantis..

april.12.12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: